Sunday, May 5, 2013

Let's stay fit and healthy ^_^



When I was joining the Local Conference of AIESEC UI, there was one section which made me realize what I like to do in life. I actually can’t remember what the name of the section; all I can remember is only what it was all about. It was about how we find to know what we really like to do in life, which is passion. I have my personal definition of what passion is. It is the thing we’re happy in doing though people never look and praise your skill at it. Well I think that is a comprehensive definition since I always refer to it every time I do something that I think I like. However, something that you like is not literally your passion. You have to consider some stuffs like whether you do it in a regular time (spend a lot of time doing it), you’re happy in doing it, or you care of what people think about your skill at it. People who are really passionate in something really don’t care if people think that we can’t do it but we keep doing it.
In the section, they wanted us to close our eyes and thought about the things I mentioned above. It opened my mind and I suddenly got the answer for what I really like to do. The answer is sport. Well actually I’m not a sport addict or kind of doing nothing but sport, but I’m type of person who really feels like sport is a must-do thing and I really enjoy doing sport, whatever kind of sport it is. When I workout, I feel like all the energy comes to me and lifts my body up. Honestly I’m not good at all sports. The ones that I like most are weight-lifting exercise, running, badminton, and yoga. When you do them, you’ll be sweating like crazy. You burn a lot of calories stored inside your body. I spend time doing sports 2-3 times a week. However, I have weight-lifting exercise with 3kg dumbbell on a daily basis at home. Sometimes I go to the gym and have exercise there like yoga, running, and many other things. I am happy every time I push myself up for sports.
Anyway, have you ever thought about the benefits of doing sport? Besides you get a good body shape and become healthy, it also helps you out from your stressful life condition. It refreshes your mind and balances your thought. There would be some negative consequences of it if you do it excessively. You might be so tired and eventually you’re not aroused to do your activities. However, it won’t be a serious matter if you can fulfill the needs of your body by eating a lot of healthy foods and beverages. I prevent myself from eating a lot of fried stuffs, soft drink, fast food, and meat. I can say that my body is 100% free from soft drink, but not for fried stuffs and meat. I eat them but not so often. I supplement my body with milk and fruits as well.
I just can’t understand why people don’t work out. It might be either too lazy or they still don’t realize the importance of it. But it’s more likely that people are too lazy because I’m sure that most people understand that workout and eat healthy foods are quite important. And now, the question is would you let your laziness keep conquering yourself for something you might have done that make you stay healthy and fit? Trust me, you’ll feel like the healthiest person ever in the world if you do workout and eat healthy foods.  

Monday, April 15, 2013

Selamat jalan, Kawanku



Semua orang punya cerita yang unik dengan orang lain. Tidak satupun cerita itu sama. Begitu pun dengan ceritaku dengan temanku yang sangat aku sayangi, Robby Rifal Hamdani. Ia memang adalah temanku, tetapi bukan hanya sekedar teman. Banyak cerita yang ada diantara kami yang membuatku susah menerima kenyataan bahwa ia telah dipanggil oleh Sang Pencipta. Orang yang supel, ceria, nakal, selalu membuat orang lain tertawa dengan tingkahnya, dan tentu saja seseorang yang memiliki banyak mimpi dalam hidupnya.
Tadi pagi aku mendengar kabar bahwa ia meninggal dunia karena tersambar petir ketika mendaki gunung di Wonosobo. Rasa ini antara percaya dan tidak percaya. Badanku langsung lemes dan tanganku bergetar. Aku berusaha mengkonfirmasi berita ini dengan teman-teman yang lain, dan ternyata ini memang kenyataan. Rifal yang dulu ketika SMA adalah sosok yang sangat nakal tapi ngangenin, yang ketika kuliah berubah menjadi seseorang yang visioner telah meninggal dunia. Sejenak aku menaruh HPku dan mengenang kembali kenanganku dengan dia.
Dulu saat SMA kami pernah dekat. Ketika sekolah mengadakan kemah di lereng gunung batur, ia sering kali mendatangi tendaku untuk hanya sekedar manyapaku. Setengah dari rombongan kemah tersebut mendaki gunung Batur dengan perjalanan dimulai pukul 3 dini hari. Kami sampai ke puncak sedikit terlambat dari terbitnya matahari, tapi kami tetap menikmati semua keindahannya. Ketika turun ke bawah dan kembali ke perkemahan, guru-guru menyarankan kami turun tidak sendiri, setidaknya yang wanita ditemani oleh yang pria. Dan ketika itu Rifal langsung mendatangiku dan berkata ‘aku mau jalan sama utik’. Aku hanya tersenyum dan akhirnya kami turun gunung bersama. Dia setia menungguku sekalipun aku sesekali merasa lelah. Di tengah perjalanan ia mencabut beberapa helai bunga edelweiss, bunga yang susah layu dan hanya ada di gunung. Aku terkejut melihatnya membawa bunga itu untukku, padahal aku tau sangat sulit untuk mendapatkannya. Dengan jailnya aku berkata ‘kok sedikit?’ sambil aku melemparkan senyum terjudesku padanya. Lalu ia berkata ‘tunggu ya, nanti aku cariin lagi yang banyak’. Tepat ketika kami berhenti untuk istirahat sambil melihat kawah, ia pergi sebentar dan datang lagi dengan membawa segepok bunga edelweiss dan berkata ‘ini, udah banyak kan?’ sambil melemparkan senyum terpuasnya. Ternyata ia memang pergi untuk mencari bunga itu. Betapa itu membuat aku senang sekaligus tertawa geli melihat usahanya yang seperti itu.
Setelah kami tamat SMA, kami berkuliah di tempat yang berbeda. Tapi memang pada dasarnya dia adalah orang baik dan ramah, ia seringkali menyapaku baik di FB maupun sms, whatsapp, dll. Ia selalu menunjukkan bahwa sekalipun kita berpisah kita tetap adalah teman dan pertemanan itu harus dijaga selamanya. Itupun ia lakukan kepada teman-teman yang lain. Ketika liburan semester aku pulang ke Bali, sempat beberapa kali aku bertemu dia. Banyak sekali perubahan yang terjadi dalam dirinya. Saat kami ngobrol, dia bertanya banyak hal padaku, terutama hal-hal yang menyangkut masa depan. Dia beruaha meyakinkan kami bahwa dia sudah tidak senakal dulu dan ingin menjadi orang sukses di kemudian hari. Sebenarnya aku percaya dengan apa yang dia bilang, tapi aku sering menunjukkan wajah ‘meboye’. Dia bilang dia suatu saat nanti ingin menulis sebuah buku. Dia sudah membaca banyak buku dan belajar dari semua buku itu. Ia ceritakan mimpi-mimpi dia kepada semuanya, tapi tak satupun orang percaya dengannya melihat riwayat dia dulu sebagai orang yang sangat nakal dan tidak serius.
Aku ingat ketika aku berkuliah di Singapura, ia tiba-tiba whatsapp aku. Kami mengobrol lama disana sampai pada akhirnya dia mengakui bahwa dulu ketika SMA dia pernah menaruh rasa denganku. Aku langsung tertawa dan bertanya ‘trus trus?’. Dia bilang ‘iya dulu aku sempet suka sama utik, tapi karna ada orang lain yang suka juga sm utik yang itungannya adalah sahabatku, jadi aku mundur aja.hehe..’. Begitu jujur dan polosnya dia katakan itu kepadaku.
                Jujur aku sangat merasa kehilangan. Seorang yang tampan dan menyenangkan yang menjadi idola banyak wanita ternyata secepat ini harus dipanggil olehNya. Mungkin memang benar salah seorang teman yang bilang ‘fal..kita sayang sama kamu, tapi Tuhan lebih sayang makanya Ia panggil kamu lebih cepet..’. Ia sangat senang mendaki gunung. Banyak gunung yang telah ditaklukkannya, dan sekarang ia pun mampu menaklukkan gunung tertinggi, yaitu surga. Semoga apa yang ia lakukan di dunia sudah cukup menjadikannya menerima keindahan surga itu.
Selamat jalan Rifal…. Berteman denganmu adalah salah satu hal yang kusyukuri di dunia ini. Semoga kamu bahagia disana.. Kami semua angkatan The Rainbow sayang kamu. Kamu telah menorehkan sedih di hati kita semua ketika kamu berpulang, tapi kami tau inilah jalan yang Tuhan berikan untukmu dan kami ikhlas untuk itu. Baik-baik ya disana.. :) :) :)

Tuesday, March 12, 2013

Puisi puisi puisi

Ternyata lumayan jago juga gue bikin puisi.. Cedikot yeeeeeyy.. ^_^


    
                                                           Pertemuan Singkat

Selang waktu berjalan
Benci dan amarah menguap
Hangatnya dapat kembali kurasa
Keakraban mulai tercipta

Tangan mungilnya menyentuh pipi dan rambutku
Merasuk ke dalam sanubari jiwaku
Sesaat semua cerita buruk tentangnya hilang
Yang ada hanyalah puing-puing rindu yang lama terpendam

Aku rindu berbagi cerita dengannya
Aku rindu senyum dan tawanya
Aku rindu candanya
Aku rindu dia

Kasih ini kan ada untuk selamanya
Menemaninya dalam bisu dan kejauhan
Yang kuingin dia bahagia
Bahagia bersama dingin dan acuh sikapnya padaku
Yang kuingin menyayanginya dengan benar
Tidak hanya ucap semata tapi melenceng dalam realita

Aku dan dia bagai Tom dan Jerry, saat dekat bertengkar, saat jauh diam-diam saling merindukan..

Sunday, March 3, 2013

The Journey to Thailand

Di sesi ini gue mau bicara soal Thailand, lebih spesifik lagi Bangkok. Sebulan lalu gue pergi liburan kesana bersama keluarga selama 4 hari 3 malam. Gue dari dulu memang udah pengen banget pergi ke Thailand. Thailand adalah salah satu negara yang masuk ke dalam must-go lists gue, dan bersyukur gue bisa kesana di masa-masa sekarang ini. Selama disana gue menginap di sebuah hotel yang lumayan bernama The Centric Ratchada Hotel. Hotel ini terletak di pusat kota Bangkok, sehingga akses ke berbagai daerah lumayan dekat. Namun kekurangannya adalah hotel ini berada agak masuk ke jalan kecil dan diapit oleh warung-warung kelontong yang cukup kumuh. 
            Selama di Bangkok, gue mengunjungi tempat-tempat yang memang kebanyakan adalah tempat perbelanjaan. Salah satu yang paling berkesan adalah ketika gue pergi ke Wat Arun dan Wat Po. Dua tempat itu adalah tempat semacam kuil untuk sembahyangnya umat Buddha di Thailand. Tempatnya bersih dan unik. Ditambah lagi gue memang seneng mengunjungi tempat-tempat suci semacam itu, jadi kunjungan kesana berasa sempurna. Di Wat Arun gue berfoto dengan menggunakan pakaian tradisional Thailand yang sangat unik. Tadinya gue ngga mau, karna gue pikir ribet mesti ganti baju gitu, eh ternyata ngga perlu ganti baju. Akhirnya semua rombongan pun terutama yang wanita berfoto menggunakan pakaian tradisional tersebut dengan warna yang berbeda-beda. Di Wat Po gue melihat patung reclining Buddha yang sangat besar dan panjang. Patung itu terletak di dalam kuil, dan di samping-sampingnya berisi kendi-kendi kecil tempat kita memasukkan uang logam. Gue pun ikut memasukkan uang-uang logam ke dalam kendi yang berjumlah ratusan tersebut. Perjalanan ke kuil-kuil itu sungguh menarik walaupun hujan mengguyur sesekali.
            Selain ke kuil, gue pergi ke tempat perbelanjaan. Banyak tempat perbelanjaan yang gue kunjungi, tapi ada satu yang paling berkesan buat gue, yaitu Platinum Mall. Platinum Mall adalah pusat fashion di Bangkok yang terletak persis di pinggir jalan. Di depan Platinum Mall, ada yang disebut dengan Pratunam Market. Pratunam Market adalah tempat dimana barang-barang yang sudah tidak laku di Platinum Mall dibawa dan dijual kembali dengan harga yang sangat murah. Sayangnya karena waktu terbatas gue ngga sempet ke Pratunam Market. Gue hanya pergi ke Platinum Mall dan menghabiskan waktu dari pagi sampai sore disana. Kalau dilihat-lihat, susasana di Platinum Mall cukup mirip dengan Mangga Dua, tapi kualitas barang2nya jauh lebih bagus dibandingkan Mangga Dua.Gue sadar bahwa kualitas barang-barang konveksi di Indonesia ternyata jauh kalah dibandingkan di Thailand. Thailand memang terkenal dengan hasil perkebunannya, tidak heran kalau mereka bisa menghasilkan kapas dengan kualitas yang baik dan menjadikannya kain lalu pakaian. Mereka bisa menjual pakaian dengan harga murah tapi kualitas mewah. Bisa dibilang pakaian-pakaiannya kualitas Top Shop, Forever 21, Pull and Bear, dan lain-lain tapi dengan harga Mangga Dua. Designnya pun sangat tidak kalah, pantes aja orang-orang Thailand itu pada modis-modis gitu. Pokoknya kalau belanja disana itu bahagia deh, bisa belanja banyak tapi dengan harga yang tidak sampai menguras kantong. Selama jalan-jalan sekitar Bangkok, gue melakukan observasi kecil-kecilan. Satu hal yang menarik adalah bahwa di Bangkok tidak terlalu banyak gedung tinggi dibandingkan Jakarta, tapi ia lebih maju dibandingkan Jakarta. Kotanya bersih walaupun ada juga kampung kumuh seperti di Jakarta. Di Jalan rayanya, gue sangat banyak menemukan kabel. Iya, kabel. Di sepanjang jalan kalau mata lo jeli lo bisa liat kabel-kabel dengan berbagai ukuran bergulung-gulung tidak beraturan. Itu sangat mengganggu pemandangan sih sebenernya, tapi bagusnya sekalipun begitu Bangkok cukup bersih (setidaknya jauh lebih bersih daripada Jakarta). Dulu yang katanya Jakarta lebih bagus dan maju dibandingkan Bangkok, tapi sekarang sudah sebaliknya. Banyak juga industry-industri dan investasi perusahaan asing yang ada di Bangkong tapi tidak ada di Jakarta. Ini salah satu bukti bahwa Bangkok sekarang sudah jauh lebih berkembang dibandingkan Jakarta.
Ngomongin soal perkebunan, Thailand emang jagonya deh. Disana buahnya seger-seger. Di depan hotel tempat gue menginap ada pasar tradisional yang banyak jual buah-buahan. Hamper setiap hari gue beli buah disana. Sebagai pecinta lengkeng, gue bahagia menemukan lengkeng Bangkok asli yang besar-besar dan manis. Kalau disini dijual juga sih lengkeng Bangkok tapi kayaknya ngga asli deh, wong bentuknya aja jauh lebih kecil-kecil. Selain itu gue juga suka sama makanannya. Disana ada due jenis nasi, nasi beras dan nasi ketan. Gue sempet beli nasi yang ternyata adalah nasi ketan. Gue ngga suka sih, karna ngga terbiasa. Disana makanan utama adalah babi. Jadi hamper di setiap warung makan atau restoran pasti menjual babi. Olahan babinya pun bermacam-macam. Tapi anehnya sekalipun orang Thailand suka makan babi, tapi badan mereka kok tetep kurus-kurus begitu yaaa…hhhmmmm..
Btw terkait penduduknya gue seneng tinggal disana. Orang-orangnya tidak peduli satu sama lain. Mau lo pake bikini, atau apapun juga kagak ada yang bakalan peduli. Satu hal yang sangat menarik perhatian gue adalah disana banyak sekali gay dan lesbian, disamping banyak juga yang transgender. Entah hanya penampilannya saja yang begitu atau sampai pada tahap operasi, gue ngga tau, yang jelas disana lo bakalan susah bedain yang mana cewek dan yang mana cowok. Kalian pernah denger yang namanya lady boy kan? Iya, di Thailand itu lady boy banyak banget. Bahkan Miss lady boy Thailand itu jauh lebih cantik dan seksi dibandingkan Miss Thailand sendiri.hahahahaha…lucu kadang-kadang kalau dipikir, tapi ya begitulah disana. Supir taxi yang gue tumpangin itu cerita kalau salah satu anak laki-lakinya jadi lady boy. Si supir itu terkesan pasrah dengan itu dan menghargai pilihan anaknya tersebut. Rata-rata sepertinya orang tua disana tidak terlalu masalah ketika anak-anaknya ingin berubah kelamin. Bahkan ketika gue di Platinum Mall, ada seorang laki-laki yang berbelanja bersama ibunya. Laki-laki ini sedikit melambai, dan dia ingin membeli pakaian yang ketat dan skinny ala para gay. Yang mengagetkan adalah ibunya mendukung dan malah memilihkan yang terbaik untuk anaknya. Unik yaaa.. Bagus juga sebenernya kalau itu dijadikan bahan penelitian.
Okay, segitu saja cerita gue tentang Thailand. So far gue seneng dengan negara itu dan pengen lagi kesana kalau ada kesempatan dan tentunya modal. Gue pengen lebih paham lagi tentang Thailand dan segala hal yang ada di dalamnya. Thailand is still on my must-go lists ^_^

Sunday, February 17, 2013

Tarot

Hari ini gue pergi sembahyangan ke Pura Gunung Salak dengan anak-anak KMHD UI yang lainnya. Janjinya sih berangkat jam 9, eh ternyata ujung-ujungnya jam setengah 11 juga berangkatnya. Perjalanan kesana cukup melelahkan. Di dalam bis yang tidak berAC kami berangkat kepanasan, sampai di pura kehujananan, dan balik ke Depok kelelahan. Pas perjalanan pulang balik ke Depok, gue diramal oleh salah seorang maba 2012 yang bisa baca kartu tarot. Berhubung di bis cukup lama karena macet, akhirnya gue tertarik untuk diramal. Sebenernya gue antara percaya dan ngga percaya sama tarot. Cuma gue pikir boleh juga dicoba apa salahnya. Lagian yang gue denger ramalan dengan tarot itu ternyata sudah bisa dijelaskan secara ilmiah dengan menggunakan ilmu psikologi. Gue ngga tau persis gimana, karna gue sendiri pun belum pernah baca tentang itu, cuma denger-denger doang.
Gue pengen diramal soal asmara, terlebih lagi si peramal ngga bersedia meramal hal-hal di masa datang yang sensitif seperti karir, sekolah, dan lain-lain. Akhirnya aktivitas meramal pun dimulai. Setelah dibaca kartu yang gue ambil, si peramal langsung ketawa. Dan dia pun menjelaskan apa makna dari kartu tersebut. Ramalannya adalah di kartu itu dikatakan bahwa gue adalah orang yang pasif kalo soal beginian. Maksudnya adalah, gue ngga terlalu ambil pusing ada atau ngganya pacar. Dan kalau pacaran pun gue kayak ngga terlalu peduli gitu. Gue tipenya penunggu, jadi gue bakalan nunggu orang yang tepat, dan kalaupun memang belum ada ya gue ngga pernah berusaha untuk membuat itu ada. Dia juga bilang gue terkesan ‘menggampangkan’ yang namanya pacaran. Maksudnya ketika orang yang deket sama gue tiba-tiba pergi akibat kepasifan gue, gue seolah oke-oke aja dengan itu. Gue ngga berusaha untuk memperbaiki hubungan, pun merasa menyesal sama sekali. Selain itu, dia juga bilang kalau gue punya mimpi dalam hidup gue yang kuat banget dan gue berusaha untuk ngedapetin itu sehingga ngga terlalu memikirkan yang namanya punya pacar. Gue ngga terlalu ambil pusing ada pacar atau ngga, asalkan mimpi gue itu tercapai. Tapi di akhir, si peramal bilang kalau gue suatu saat bakalan nemu orang yang bakal klik banget sama gue, bisa dibilang soul mate gitu deh. Nah saran dia ketika gue udah ketemu tuh orang, jangan dilepas. Dalam artian gue ngga boleh pasif lagi dan setidaknya lebih berusaha menjaga hubungan itu.
Hhhmmm..menurut gue semua yang dibilang si peramal itu bener banget banget banget. Gue memang punya mimpi dalam hidup gue yang telah menarik perhatian gue selama ini dari yang namanya pacar. Gue lebih fokus kesana dan nyaman dengan itu. Dan soal gue pasif, bener juga. Kalau soal asmara gue memang pasif. Ngga pernah ada dalam kamus hidup gue yang namanya ngejar-ngejar cowok, sms cowok duluan, atau yang semacamnya. Cuma ya semua itu menurut gue tergantung waktu. Ada waktunya gue bakal ngga pasif ketika gue merasa klik dengan orang tersebut. Kalau dipikir-pikir kok gue terkesan egois banget ya dari semua ramalan itu? Hehe..tapi ya gue menyadari kok memang begitu. Mungkin itu semua juga karena gue belum nemu orang yang klik sama gue. Siapa tau semua berubah menjadi sebaliknya ketika orang itu udah datang.hehe.. Btw seru juga diramal. Setidaknya dengan semua ramalan itu kita bisa refleksi diri, dan jika memang itu ngga baik ya bisa diubah dari sekarang. Yang penting gue berdoa yang terbaik aja deh, siapapun dia dan kapanpun dia datang. ^_^